Home
Ali bin abi Thalib dan nikah mut'ah PDF Cetak E-mail
 

Apa kata Ali tentang nikah mut’ah? Barangkali ada yang telah membacanya dari kitab-kitab sunni, ini hal biasa, tetapi kali ini kami nukilkan dari kitab syi’ah. Sebenarnya bagaimana hukum nikah mut’ah menurut Ali? Saya mengajak pembaca menyimak titah imam syiah yang dianggap maksum. Anda akan mendapat informasi berharga.



Bagi syiah Ali adalah sosok imam maksum, suci tanpa cela. Titahnya harus ditaati, mengingat posisinya sebagai imam di mata syiah, yang meyakini bahwa imam adalah penerus dari kenabian. Sedangkan posisi Ali adalah imam pertama setelah Nabi wafat, yang konon dilantik sendiri oleh Rasulullah.

Bagi Syiah, Ali-lah orangnya yang ditunjuk untuk menjadi penerus misi kenabian, beserta sebelas orang anak cucunya. menjadi penerus kenabian artinya meneruskan lagi misi kenabian, yaitu menyampaikan risalah Allah pada manusia di bumi. Tentunya ketika menyampaikan misinya tidak berbohong dan tidak keliru, karena para imam –menurut syiah- adalah maksum, terjaga dari salah dan lupa, maka tidak mungkin keliru dalam menyampaikan amanat risalah, juga tidak mungkin berbohong ketika menyampaikan hadits Nabi.

Salah satu hal aksiomatis dalam mazhab syiah adalah nikah mut’ah, seperti dinyatakan oleh Al Hurr Al Amili dalam Wasa’ilu Syi’ah jilid 21 hal 13. Al Amili mengatakan : bolehnya nikah mut’ah adalah perkara aksiomatis dalam mazhab syiah”. Bukan Al Hurr Al Amili sendirian yang menganggap bolehnya nikah mut’ah adalah hal aksiomatis dalam mazhab syiah, Al Majlisi juga menyatakan demikian: beberapa hal yang termasuk perkara aksiomatis dalam agama syi’ah, kata Majlisi, adalah menghalalkan mut’ah, haji tamattu’ dan memusuhi Abubakar, Umar, Utsman dan Muawiyah. Bisa dilihat dalam Al I’tiqad hal 90-91.

Yang disebut aksiomatis adalah hal penting yang harus diyakini oleh penganut syiah. Begitulah penganut syiah di masa lalu, hari ini dan sampai akhir nanti akan terus meyakini bolehnya nikah mut’ah. Sesuatu bisa menjadi aksiomatis dalam syiah mestinya karena sudah digariskan oleh para imam syiah yang 12, yang menjadi rujukan syiah selama ini dalam penetapan hukum, paling tidak itulah pengakuan syiah selama ini, yaitu mereka merujuk pada penjelasan para imam. Apalagi imam pertama mereka setelah Nabi yaitu Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi yang – lagi-lagi menurut syiah- paling mengetahui ajaran Islam dibanding sahabat lain.

Demikian pula syiah di Indonesia, mereka meyakini bolehnya mut’ah, dan menyebarkan hal itu pada penganut syiah. hingga akhirnya praktek mut’ah marak di mana-mana, dengan keyakinan bahwa mut’ah adalah ajaran keluarga Nabi yang boleh dikerjakan. Di sini pelaku mut’ah mendapatkan tiga kenikmatan, yang pertama kenikmatan melakukan “ajaran” keluarga Nabi, yang pasti mendapatkan pahala dengan melakukannya, yang kedua, kenikmatan hubungan seksual, melampiaskan hasrat yang telah digariskan Allah pada manusia. Sementara yang ketiga, bisa berganti-ganti pasangan, karena mut’ah adalah praktek pembolehan hubungan seksual antara laki-laki dan wanita untuk sementara waktu. Pembaca –yang laki-laki tentunya- bisa membayangkan betapa nikmatnya.

Ahlussunnah menganggap nikah mut’ah adalah haram sampai hari kiamat, meskipun pada beberapa saat pernah dibolehkan oleh Rasulullah SAWW. Pengharaman ini berdasarkan keterangan dari Rasulullah SAWW sendiri yang mengharamkannya. Beberapa tahun kemudian Umar menyampaikan pengharaman tersebut pada para sahabat Nabi ketika menjabat khalifah. Namun syi’ah selalu menghujat ahlussunnah yang dalam hal ini mengikuti sabda Nabi, dan menuduh Umar –lah- yang mengharamkan nikah mut’ah, bukan Nabi. Artinya di sini Umar telah mengharamkan perbuatan yang halal dilakukan. Dan hujatan-hujatan lainnya, yang intinya adalah Rasulullah tidak pernah mengharamkan mut’ah, karena yang mengharamkan adalah Umar mengapa kita mengikuti Umar dan meninggalkan apa yang dihalalkan oleh Rasulullah SAWW? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Namun ada yang janggal di sini, ternyata Ali malah dengan tegas meriwayatkan sabda Nabi tentang haramnya nikah mut’ah. Riwayat ini tercantum dalam kitab Tahdzibul Ahkam karya At Thusi pada jilid 7 halaman 251, dengan sanadnya dari :

Muhammad bin Yahya, dari Abu Ja’far dari Abul Jauza’ dari Husein bin Alwan dari Amr bin Khalid dari Zaid bin Ali dari ayahnya dari kakeknya dari Ali [Alaihissalam] bersabda: Rasulullah mengharamkan pada perang Khaibar daging keledai jinak dan nikah mut’ah.

Bagaimana perawinya? Kita lihat bersama dari literatur syiah sendiri:
Muhammad bin Yahya : dia adalah tsiqah, An Najasyi mengatakan dalam kitabnya [no 946] : guru mazhab kami di jamannya, dia adalah tsiqah [terpercaya]

Abu Ja’far , Tsiqah [terpercaya] lihat Al Mufid min Mu’jam Rijalil Hadits

Abul Jauza’, namanya adalah Munabbih bin Abdullah At Taimi , haditsnya Shahih lihat  Al Mufid min Mu’jam Rijalil Hadits

Husein bin Alwan, Tsiqah [terpercaya], lihat Faiqul Maqal, Khatimatul Mustadrak, dan Al Mufid min Mu’jam Rijalul Hadits.
Amr bin Khalid Al Wasithi: Tsiqah, lihat Mu’jam Rijalil Hadits, Mustadrakat Ilmi Rijalil Hadits.

Zaid bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, salah satu ahlul bait Nabi, jelas tsiqah.

Di sini Ali mendengar sendiri sabda Nabi dan menyampaikannya pada umat. Menghadapi riwayat ini mungkin kita bingung, ternyata bukan anda saja yang bingung, saya pun ikut kebingungan karena dua hal:

Pertama,  bagaimana ulama syiah dan ustadz syiah tidak menyampaikan hal ini pada umatnya? Hingga umatnya dengan suka ria melakukan mut’ah yang memang mengasyikkan. Kita mempertanyakan apakah mereka tidak membaca riwayat ini? Ataukah mereka membacanya tetapi tidak menjelaskan pada umat tentang kenyataan ini? Atau kenyataan ini tidak sesuai dengan kepentingan mereka, karena tidak dipungkiri lagi bahwa bolehnya nikah mut’ah membuka kesempatan bagi syiah guna menghilangkan kebosanan dan menambah variasi dalam hubungan seksual. Ketika orang hanya berhubungan dengan istrinya, maka bukan tidak mungkin suami bosan dengan istrinya, dan dengan mut’ah suami bisa mencari variasi dengan pasangan yang berbeda, baik dengan daun-daun muda, maupun janda-janda muda yang kesepian. Dan hubungan ini tidak mengakibatkan konsekuensi apa pun, kecuali kesepakatan tentang uang jasa dan jangka waktu mut’ah. Bisakan kita percaya para ustadz syiah dan santri-santri muda syiah belum membaca riwayat ini?

saya teringat ayat Al Qur'an, yang terjemahnya sebagai berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela'nati, (QS. 2:159)

Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2:160)

Kedua, ketika para ulama syiah menghadapi hadits shahih dari Nabi maupun imam yang tidak sesuai dengan mazhab syiah, mereka mengatakan bahwa Nabi atau imam mengatakan hadits itu dalam kondisi taqiyah, artinya yang disabdakan tidaklah benar adanya. Misalnya hadits ini, ketika ulama syiah  tidak mampu menolak hadits ini karena sanadnya yang shahih, maka mereka mengatakan bahwa hadits ini disabdakan dalam kondisi taqiyah. Maksudnya adalah Nabi sebenarnya tidak mensabdakan hadits ini tetapi Ali bertaqiyah hingga menyebutkan hadits ini.


Al Hurr Al Amili dalam Wasa’il menyatakan:

“Syaikh [At Thusi] dan [ulama] lainnya menafsirkan riwayat ini sebagai taqiyyah, karena bolehnya nikah mut’ah adalah perkara aksiomatis dalam mazhab syiah”

Kita perlu mempertanyakan mengapa sabda Ali tidak sesuai dengan ajaran syiah, itu dianggap sebagai taqiyah. Tetapi kita ketahui bahwa taqiyah tidak mungkin dilakukan tanpa sebab, yaitu ketakutan. Lalu apa yang Imam Ali takutkan hingga bertaqiyah dalam masalah ini? Apakah kita mempertanyakan kembali sifat pemberani Ali bin Abi Thalib karena di sini digambarkan takut untuk menyampaikan kebenaran?

Juga kita mempertanyakan sumber informasi Syaikh At Thusi dan ulama syiah lainnya hingga mereka tahu bahwa imam Ali bertaqiyah ketika meriwayatan sabda Nabi itu. Jika tidak ada informasi yang valid apakah kita mengatakan bahwa  ulama syiah hanya mengira-ngira saja, tanpa berdasari informasi yang valid. Hanya dengan satu alasan, yaitu menyelisihi hal yang aksiomatis dalam mazhab lalu begitu saja sabda imam bisa divonis taqiyah.

Satu lagi konsekuensi berat bagi ulama syiah yang menyatakan bahwa Ali bertaqiyah dalam hadits itu, berarti Ali mengarang-ngarang hadits Nabi SAWW padahal Nabi SAWW tidak pernah mengucapkannya. Karena pernyataan Ali di atas adalah riwayat,bukan pendapat Ali sendiri, tapi menceritakan sabda Nabi SAWW. Perbuatan ini dikenal dalam istilah hadits dengan “berdusta atas nama Nabi”. Sedangkan perbuatan berdusta atas nama Nabi adalah perbuatan dosa besar, Kitab Tafsir Surat Al Hamd karya Muhammad Baqir Al Hakim –ulama syiah Irak- pada hal. 40 memuat sebuah riwayat yang panjang dari Ali, yang dinukil dari Wasa’ilu Syi’ah –karya Al Hurr Al Amili-, dalam riwayat itu Ali menukil sabda Nabi:


siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka.

Hadits ini juga dinukil oleh As Shaduq dalam Al I’tiqadat hal 119-120, juga tercantum dalam Al Ihtijaj jilid 1 hal 394.
Apakah Ali mengarang hadits Nabi SAWW hingga harus bersiap-siap masuk neraka? Atau Ali mendengar sabda Nabi dan menyampaikannya sesuai yang didengarnya? Saya tidak percaya Ali berdusta atas nama Nabi SAWW, juga mestinya syiah –yang percaya Ali adalah maksum- tidak percaya bahwa Ali telah berdusta.

Maka jelaslah Ali mengikuti sabda Nabi SAWW, bahwa nikah mut’ah adalah haram dilakukan saat ini, meskipun pernah dihalalkan oleh Nabi dalam beberapa kondisi, yaitu dalam kondisi perang. Tetapi syiah saat ini menghalalkan mut’ah dalam segala kondisi, tidak hanya ketika kondisi perang. Ini bedanya nikah mut’ah yang pernah dibolehkan pada jaman Nabi SAWW dan mut’ah yang menjadi sebuah aksioma dalam mazhab syiah hari ini.

Dengan ini muncul keraguan dan pertanyaan tentang hubungan mazhab syi’ah hari ini dengan Ali bin Abi Thalib. Rupanya memang tidak semua omongan orang sesuai dengan kenyataan. COntohnya syiah yang selalu mengaku mengikuti Ali, tetapi kenyataannya sungguh berbeda. Ternyata hal aksiomatis dalam mazhab syiah berbeda dengan ajaran Ali bin Abi Thalib/
 
Saya ingatkan para pembaca tentang kenikmatan sorga beserta bidadari-bidadari yang menyambut penghuninya, beserta isteri-isteri sorga. Tentunya kenikmatan “jannah” lebih menggairahkan dibanding kenikmatan dunia. Allah berfirman dalam surat Yasin yang terjemahnya sebagai berikut:

Sesungguhnya penghuni jannah pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). (QS. 36:55)
Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertekan di atas dipan-dipan. (QS. 36:56)

Ayat di atas menceritakan penghuni sorga bersenang-senang dalam kesibukan bersama isteri mereka. Kira-kira apa kesibukan penghuni sorga hingga membuat mereka gembira,  yang dilakukan bersama istri di atas dipan? Pembaca pasti tahu jawabnya!

 





Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 48 of 48 comments

1. 13-03-2009 10:49

mana temen2?
kemana temen2 syiah kok g ada yang komen?
abdul muhaimin

2. 15-03-2009 06:37

Lengkapi nukilanx
Buat akh admin, saran saya kalau menulis nukilan rwyat jngn sampai lupa untuk menukilkan secara lengkap dari nmr hadits, jilid dan halaman berapa. Kalau perlu dgn penerbitx. Supaya mereka yg syiah mengecek langsung keberadaan riwayat tsbt. Khawatirx mereka berdalih tulisan antum hanya fitnah saja. Kalau perlu sekalian lengkapkan tiap artikel dgn gambar kitabx, supaya benar2 meyakinkan. Tentu akan mnjd hujjah kuat untuk membendung laju dakwah sesat syiah ditanah air. Salam saya. 
 
MrShiaa:  
terimakasih usul dan sarannya, masalah scan kitab saya rasa belum perlu karena dalam buku-buku maupun tesis sdan skripsi tidak sampai perlu ada scan dari literatur, tapi Insya Allah kami pertimbangkan. 
 
mari kita bahu membahu bekerjasama menyadarkan kaum muslimin dan membeberkan hakekat tersembunyi mazhab syiah.
Umar Habsy

3. 15-03-2009 15:31

Lagi mikir
Temen2 syi'ah lagi merangkai karangan untuk bantah tulisan di atas. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, semoga mereka bisa melihat gajah yang duduk di kornea mata mereka, sebelum melihat debu di seberang pulau. 
Mujahid.irhabi007

4. 16-03-2009 19:23

Zina Islami
Ditinjau dari sudut manapun aqidah syi'ah sangat bertolak belakang dengan riwayat-riwayat yang telah mutawatir dalam Islam, tapi syi'ah banyak yang ngikut, saya heran.... Kenapa ya? 
Selidik punya selidik ternyata ternyata syi'ah itu ada ajaran zina islaminya alias nikah mut'ah itu lho. 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya, memang itulah salah satu propaganda mazhab syi'ah, mut'ah memang nikmat. tetapi membawa sengsara di kemudian hari. 
 
kasihan wanita-wanita yang tak berdosa!! dijadikan budak sex dengan mengatasnamakan ahlulbait yang suci.
Nashuha

5. 17-03-2009 06:11

Bukan Madzhab tapi Agama Syi'ah
Diharapkan untuk tidak menggunakan lagi istilah Mazhab Syi'ah karena umat akan mengira masih Islam namun bermazhab Syi'ah, sebaiknya gunakan istilah Agma Syi'ah agar lebih mempertegas perbedaan Islam dengan Syi'ah, bahwa mereka adalah agama tersendiri yang jauh dari Islam walaupun para penganutnya menghusung jargon Islam dan mengaku Islam. 
 
MrShiaa: 
apakabar? 
terimakasih komentarnya, apa yang anda katakan benar, tetapi kami ingin memulai dengan sedikit demi sedikit, supaya masyarakat sadar dan bisa menerima.
millahibrahim

6. 17-03-2009 08:00

Sadarlah wahai wanita syi'ah
Kepada wanita-wanita syi'ah di seluruh Indonesia... sadarlah bahwa kalian tengah dieksploitasi oleh para hidung 
belang! Mereka berusaha mempromosikan nikah mut'ah kepada orang awam demi kepentingan mereka pribadi... kalaulah 
mut'ah memang tiang agama -sebagaimana keyakinan syi'ah-, maka mengapa imam-imam syi'ah tidak membolehkan isteri 
mereka dimut'ah oleh pengikutnya? 
 
MrShiaa: 
terimakasih komentarnya,  
 
memang itulah yang terjadi, keluarga Nabi dijual untuk kepentingan segelintir orang!!
Sunni lover

7. 19-03-2009 16:32

Gud..
Sy jg tdk setuju dgn ajaran2 syiah,soalx bxk yg keliru dan menyesatkan,terutama nikah mut'ah 
salut bwt admin,artikelx bagus2,smoga bs tetap eksis mengcounter ajaran2 ini.. 
 
MrShiaa: 
 
apa kabar? terimakasih dukungannya.  
 
anda juga mestinya berpartisipasi dalam menyadarkan umat atas bahaya ajaran mereka.
Abbaas

8. 20-03-2009 01:19

Amir
Assalamualaikum wr.wb 
 
Saya sendiri lagi bingung and kaget dengan kelakuan bos saya dikantor. cirinya dia sholat selalu bersujud pada batu bulat kecil, dan tangannya tidak bersidakep sesudah takbiratul ihram tapi tangannya dilepas kebawah, dan sesudah salam kedua tangannya selalu ditepukan diatas paha. apakah ini ciri dari sholatnya orang syiah. mohon jawabanya atas semua ini terima kasih sebelumnya. 
 
MrShiaa: 
apa kabar? terimakasih komentarnya 
 
tepat sekali, itu adalah tatacara shalat kaum syi'ah. lain kali Insya Allah kami akan membahas tentang tatacara shalat syi'ah secara lebih detil. terimakasih
Amir Hamzah

9. 21-03-2009 15:13

imam Ali&kawin kontrak
lucu sekali jika kawin kontrak dianggap berasal dari ajaran Islam. atau jangan-jangan itu memang benar? Gak tau juga , tapi setau aku (tanpa dalil dan literatur mutakhir) nikah mut'ah dulu dilakukan dlm kondisi perang dan syarat yg rumit cenderung berat menyangkut anak keturunan hasil mut'ah , baik yg sudah lahir ataupun masih dalam kandungan juga dihitung. Tentang hak waris dan nama keluarga. Semua itu tdk ditaati pelaku nikah mut'ah sekarang. 
 
MrShiaa: 
 
apa kabar? terimakasih komentarnya 
 
nikah mut'ah jaman Nabi hanya dilakukan dalam keadaan perang, tidak pernah ada sejarahnya mut'ah dilakukan di luar perang. 
 
tetapi kepentingan oknum tertentu yang tergesa-gesa ingin memetik kenikmatan dunia.
ibnu

10. 23-03-2009 11:20

sdh dikomen di **********.****.com
Supaya seimbang, yg komen-komen mengenai syiah dan mengapa mut'ah diperbolehkan, bisa baca juga baca di blog ******* di sini: http://******.*****.com/ ****.****.** 
Isinya jelas bukan roman picisan. 
 
Salam 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya,  
 
apa anda menganggap perkataan imam Ali yang ada di literatur syi'ah sebagai roman picisan? 
 
anda telah berbuat kurang ajar pada imam anda sendiri!
abujafar

11. 26-03-2009 20:42

Persatuan Umat
ass. 
Ahlan Wasahlan para saudara qu dari sesama muslim...yang bernaung di bawah bendera Muhammad SAW... 
 
Saya hanya ingin menyampaikan bahwasanya....untuk apa kita sesama muslim harus selalu meributkan hal yang terlalu sepele ini.... 
Mengapa anda tidak mau menengok ke arah dimana kaum muslim sedang dibantai habis"an oleh para Zionis!!!!!! 
 
Marilah kita semua bersatu untuk dapat melawan para kaum Zionis....karena itulah yang lebih penting kita lakukan dari pada harus meributkan masalah MAZHAB!!!!!!! 
 
Wassalam.... 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentar anda 
 
tetapi mestinya komentar anda ini ditujukan pada mereka yang masih meributkan masalah SAQIFAH.
Muhammad Haidar

12. 26-03-2009 20:51

Persatuan Umat
ass. 
wahai saudara ku dari sesama umat muslim....dan berada di bawah naungan Nabi Muhammad SAW beserta AhlulBaytnya a.s. 
 
Mengapa anda masih terus membahas masalah yang seharusnya tidak kita bahas...(sebagi umat muslim) 
Mengapa anda tidak mau membahas masalah yang terjadi pada saudara kita di Palestina???? 
Mengapa anda tidak mau berusaha untuk mengeluarkan argumentasi tentang buruknya Zionisme???? 
Mengapa anda malah lebih memilih untuk merusak citra Islam dimata dunia????? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, 
 
perbuatan syi'ah menampar-nampar dada dan wajah, melukai diri sendiri memperingati duka, 
 
adalah perbuatan yang mencoreng citra Islam, orang lain akan menyangka islam menyuruh untuk melukai sendiri, 
 
perbuatan melukai diri sendiri adalah perbuatan yang tidak masuk di akal sehat. 
 
Muhammad Haidar

13. 27-03-2009 11:53

comment
At- thusi adalah orang yang telah keluar dari syiah jadi tulisannya perlu dikaji lebih lanjut tentang kebenaran kitabnya, tidak ada 12 imam yang ma'sum yang memfrawikan pernyataan tersebut. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, 
 
anda orang pertama yang menyatakan At Thusi keluar dari syi'ah 
 
pembaca ingin mengetahui referensi anda. 
 
kami tunggu!
edi kurniadi

14. 30-03-2009 08:23

Perzinahan Islamiy
Seperti yang dijelaskan dalam buku "Mengapa Saya Keluar dari Syi'ah" karya Sayid Husain Al-Musawi (salah satu tangan kanan Khomeini, yg insyaf - tapi keterangan ini pasti ditolak oleh kaum rafidhiy Indonesia, seperti pada situs muthahari), hal. 49-50. Yaitu : 
"Suatu waktu saya (Sayid Husain)duduk bersama Imam Al Khaui di kantornya. Tiba-2 masuk kepada kami dua orang laki-2 yang sedang memperdebatkan suatu masalah. Keduanya bersepakat untuk menanyakannya kepada Imam Al Khaui untuk mendapatkan jawaban darinya. 
Salah seorang di antara mereka bertanya, "Wahai Sayid, apa pendapatmu tentang mut'ah, apakah ia halal atau haram?" 
Imam Al Khaui melihat kepadanya dan dia menangkap sesuatu dari pertanyaannya, kemudian dia berkata kepadanya,"Dimana kamu tinggal?" Maka dia menjawab,"Saya tinggal di Mosul, Saya tinggal di Najaf semenjak sekitar dua bulan yang lalu." 
Imam berkata kepadanya,"Kalau demikian berarti Anda adalah orang Sunni?" 
Pemuda itu menjawab,"Ya!" 
Imam berkata,"Mut'ah menurut kami adalah halal, tetapi haram menurut kalian." 
Maka pemuda itu berkata kepadanya,"Saya di sini semenjak dua bulan yang lalu merasa kesepian, maka nikahkanlah Saya dengan anak perempuanmu dengan cara mut'ah sebelum saya kembali kepada keluargaku." 
Maka sang Imam membelalakkan matanya sejenak, kemudian berkata kepadanya,"Saya adalah pembesar dan hal itu haram atas para pembesar, namun halal bagi kalangan awam dari orang-2 Syiah." 
Dengan begini, mungkin Kang Jalal akan berkata sama jika dia punya anak perempuan dan salah seorang hadirin, yang ada di dialog Sunni-Syiah yang pernah ditayangkan oleh Anteve beberapa tahun silam, bertanya hal yang sama. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya,  
 
memang begitu kenyataannya.
Yos@abi

15. 17-04-2009 03:48

tanggapan
Sesudah membaca beberapa info tentang nikah mut'ah, saya dapat memahami bahwa ternyata nikah mut'ah adalah bentuk perzinahan terselubung namun dipraktekkan secara intens oleh syiah. Namun saya bingung, kalau memang mut'ah identik dengan zina berarti Rasulullah pernah mengizinkan perbuatan perzinahan dilakukan dalam suatu waktu tertentu/perang.Sementara sekarang ini banyak sekali para mujahidin yang sedang mengalami masa peperangan, apa perzinahan itu dapat pula dilakukan. Umar pernah melarang kembali nikah mut'ah artinya Umar menganggap masih ada sahabat tetap melakukannya sesudah wafatnya Rasul, sebab jika kaum muslimin tidak melakukannya untuk apa Umar melarang kembali. Apakah sahabat-sahabat itu tidak mengetahui bahwa mut'ah itu zina atau telah dilarang Rasul. Atau mereka berselisih pendapat dengan Umar tentang status hukumnya. Apa mungkin para sahabat berselisih pendapat dengan persoalan hukum yang telah jelas keharamannya. Kalau memang mut'ah=zina artinya pernah ada kaum muslimin "sahabat" tetap melakukan praktek perzinahan sesudah mereka bersyahadat dan bersama Rasul, Nauzubillah. Kalau memang mut'ah=zina artinya Umar yang kembali menyadarkan para oknum sahabat pelaku hingga taubat. Apakah terdapat riwayat yang menceritakan taubatnya sahabat Nabi setelah terjadi larangan Umar. Makasih. Wallahu A'lam. 
 
MrShiaa: 
 
teriakasih, Umar hanya menyampaikan larangan Rasul SAAW yang belum sampai pada beberapa orang, karena bisa jadi ada orang yang belum mendengar larangan Rasul tsb. 
 
zina adalah hubungan sexual yang dilarang syareat, sementara saat mut'ah dihalalkan maka hukumnya bukanlah zina, karena dihalalkan oleh syareat. penentuan status zina atau tidak adalah dari syareat.
Muh. Israq

16. 18-04-2009 16:59

Kita disuruh mengikuti Ahlul Bait
Saya bukan dari golongan syiah... Kita diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti Alquran dan Ahlul baitnya...jadi ngga ada yg perlu diheboh2kan tanpa ilmu 
"aku tinggalkan kepadamu apa yang mencegah kamu dari kesesatan-setelah kepergianku-selama berpegang teguh kepada keduanya: Alquran, tali penghubung yang terentang dari langit ke bumi, dan Itrahku ahlul baitku. Keduanya tidak akan terpisah samapai berjumpa dgku di al-Haud. hati2lah dg perlakuanmu atas keduanya, sepeninggalanku nanati"...hadist ini derajadnya mutawatir..versi ini diriwayatkan oleh imam ahmad didalam sunannya...selain jalur ini, shahih muslim, susan tarmidzi, nasai, jabir dlll.. 
kombinasi dengan hadist yg lain.. 
Rosul berkata kpd ali, sesungguhnya engkau seperti Isa ibnu maryam, orang yahudi menuduh ibumu pezina dan orang nasrani menyebutmu anak tuhan. 
jadi pada Sunni maniak, walaupun tujuannya menyadarkan syiah, tapi jng sampai berkomentar buruk tentang Ali baik dlm perkataan ataupun didalam hati..karena Ali memang memiliki kelebihan2 yang banyak bila dibanding sahabat yg lain 
Bagi Syiah mania, janganlah kalian sampai seperti orang nasrani yang mengatakan Isa putra tuhan... 
 
MrShiaa: 
terimakasih, 
Dalam Al Qur'an juga diisyaratkan untuk mengikuti sahabat Nabi, jadi kita harus mengikuti sahabat dan ahlulbait Nabi.  
Ahlussunnah tidak pernah mencaci dan mencela Ali, mereka mencintai Ali sebagai bukti kecintaan mereka terhadap Nabi SAAW.
Valzon

17. 27-04-2009 10:49

pesan
tolong pikirakn bagusan berdebat atau tidak. yah. 
 
MrShiaa: 
 
mendebat kebenaran adalah berbahaya ketika kebenaran sudah nampak nyata.
ismail fahmi

18. 02-05-2009 06:07

saat bicara dgn syahwat
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ikhwanul muslimin. 
Saat saya membaca artikel ini bahwa nikah mut'ah dibolehkan dengan pelacur oleh "Ulama" Syiah sangat mengagetkan skali. secara jelas islam melarang zina dan pelacuran tp knp "Ulama" syiah membolehkan mut'ah dgn pelacur, itu sama saja menghalalkan yg haram. Saya rasa "Ulama tsb bcr bkn dgn ilmu tp dgn syahwat. Semoga Allah memberi RahmatNya melalui AgamaNya yaitu Al Islam.
Haddist

19. 27-05-2009 15:51

Kerancuan Nikah Mut'ah
Ada sumber yang mengatakan bahwa Sayyid Musa Al-Musawi, seorang mujtahid Syiah keluar dari Syiah. Salah satu sebab karena perasaan yang tidak tega dari beliau ketika menyaksikan Khomeini melakukan mut'ah terhadap seorang anak kecil. Gk tau betul atau tidak. Tapi seandainya ini benar, pemeluk agama manapun akan merasa jijik membayangkan hal ini.  
Yang saya pertanyakan lagi adalah kalau memang orang-orang Syiah sangat meyakini mut'ah itu halal, bagaimana mungkin sebuah syariah yang dibuat oleh Allah justru lebih banyak mudaratnya? Ini bertentangan dengan fitrah manusia. Hukum-hukum syariah seperti qishos, rajam, zakat, dll, sungguh memuliakan manusia baik muslim maupun non-muslim. Bagaimana mungkin ada syariah yang mengakibatkan meningkatnya pengidap penyakit kelamin di sebuah negara yang membolehkannya?
Karaeng Gerlong

20. 04-06-2009 13:05

syukron
syukron katsir, atas infonya tentang ajaran2 syiah yang banyak menyesatkan. Semoga info ini bermanfaat bagiku untuk menambah wawasan. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih kunjungan dan dukungannya,
eska anika

21. 02-07-2009 15:16

aneh
salam,,  
kalian ssering mengaggap kafir syiah hanya karena nikah mut'ah,, kalian tidak sadar di saudi ada kebijakan orang yang mau berzinah dengan pelacur itu dikahkan dulu, kemudian setelah nafsunya terlampiaskan, mereka cerai. 
pada hakikatnya apa yng di lakukan oleh ulma saudi sama saja dengan mut'ah,, tp kenp kalian tidak mengkafirkan ulama dari saudi?????? 
mohon di tampilkan comment dari saya,, 
 
MrShiaa: 
 
masalah syiah kafir bukan hanya karena mut'ah, ini mengindikasikan anda tidak tahu apa itu mazhab syiah. 
 
begitu juga masalah pelacuran saudi, dari mana anda tahu hal itu?
dewa

22. 01-09-2009 01:50

perspektif lain
membincang tentang mut'ah itu gak sesederhana ini kawan-kawan. butuh literatur yang memadai.Sudah banyak master,doktor bahkan Prof yang lahir dari penelitian atas fenomena ini.....mungkin sebagai pembanding bisa merujuk kesini > http://www.ziddu.com/download/ *********html 
kalo belum puas, coba tesis ini > http://www.ziddu.com/download/ **********.html 
 
MrShiaa: 
terimakasih tambahannya, saya heran mengapa syiah tidak mau mengambil dari shahih muslim, padahal mereka mengambil dalil dari shahih muslim juga, berarti syiah memiliki standar sendiri, yaitu asal sesuai dengan mazhabnya, segala sumberditerma meski tak jelas. 
 
di sini jelas, Ali membantah Ibnu Abbas yang membolehkan mut'ah.. siapa yang benar? para doktor di atas atau Ali bin Abi Thalib yang maksum? atau anda?
aual

23. 04-10-2009 10:46

enakknya...
eanak bener ya ntu pra syi'ah-mania bisa maen pake akhwat se eana'e dewek aje....masyaAlloh  
ya Alloh lindungi kami keluarga kami saudara kami dari ajaran2 yang menjauhkan kami kebenaran untuk menggapai rhedoMU amiin 
ya roB ajarkan kepada saudara kami yang khilap untuk kembali pada kebenaran amiin
baka san

24. 04-11-2009 03:57

mut'ah
Assalaamu'alaikum ww. 
Bolehkah saya meng-analogi-kan/qiyas Pelarangan Mut'ah dengan Pelarangan Khamr?  
Wassalamu'alaikum ww 
 
MrShiaa: 
 
apanya yang mau dianalogikan?
abdu

25. 09-12-2009 04:33

ngawur bgt
terserah anda, ungkapkan saja fitnah anda yang berkobar ini.......mengapa begitu banyak fitnah terhadap kami.....apakah kalian yakin, hadist yang kalian pake adalah jelas dari nabi....setau saya adalah pada zaman Yazid Bin Muawiyah, ada jutaan hadist yang belum jelas sanadnya...karena itu Imam Ali kw berpesan apabila ada hadist, ukurlah dengan logikamu........apa kalian mau pake hadist dari Era Yazid yang sudah jelas tentaranya memusuhi Islam, meski Yazid dan keluarganya sudah masuk Islam, apakah Kebencian mereka akan Hilang terhadap ISLAM!!!.........Jadi, jangan anggap kami adalah sesat, sedangkan kalian sendiri sudah jelas pake hadist yang gag jelas darimna asalnya?????.......Yang jadi panutan kami adalah para ahlulbait yang melarikan diri dan berkembang di daerah IRAN....Sekarang gini aja, gag usah banyak omong, kalo kalian memang merasa benar dan IRAN (Syiah) sesat, maka perangilah Syiah di IRAN..........KAlo kalian mati, bakal masuk Surga kan?????......hayoooooo/ ..........Kami akan senantiasa menerima cacian kalian, makian kalian bahkan fitnah kalian, kami sudah terbiasa seperti itu sejak zaman nabi, semua hak kami dirampas................ 
 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, perkenankanlah saya bertanya, apakah ada hadits dari kitab syiah yang bersambung sanadnya pada Nabi SAAW dan shahih? 
 
jutaan hadits yang tidak jelas sanadnya adalah hadits dhaif, jadi tidak dipake. hadits yang jelas sanadnya masih banyak. 
 
setahu saya, ahlulbait adalah berasal dari bangs arab, bukan bangsa persi. yang sedang anda ikuti ini bukan mazhab ahlulbait. lalu mazhab siapa? itu bukan urusan kami, silahkan anda cari sendiri. karena Ali bin Abi Thalib mengharamkan mut'ah, sedangkan yang adna anggap sebagai "ahlulbait" di iran menghalalkannya 
 
o ya, dari mana referensi anda?
totong

26. 11-01-2010 19:01

????????
saya pikir anda memang gila.  
segeralah bertubat. 
laknat Allah sudah dekat pada ANDA! 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, semoga anda yang tertipu dimaafkan Allah, dan diberi petunjuk ke jalan lurus. 
 
inilah figur syiah yang terbingung lemah menghadapi ucapan imamnya sendiri.
fahmi arsyad

27. 16-01-2010 23:32

mut'ah
@abu jafar...cobalah berfikir dengan hati yang lapang dan fikiran yang jernih,mohonlah pertolongan pada Alloh.ingatlah hidayah terhadang karena sifat keras kepala..
aisyah al farisi

28. 27-01-2010 00:12

Nikah atau zina???
“Sekiranya Umar tidak melarang nikah muta’ah nescaya tidak seorang pun yang berzina melainkan orang yang celaka.” Al-Tabari, Tafsir, V, hal. 9; al-Razi, Tafsir, III, hal. 200; al-Suyuti, Tafsir, II, hal. 140 
 
MrShiaa: 
terimakasih,  
sebelumnya saya ingin tanya dulu, apakah riwayat di atas shahih? 
 
juga saya ingin tanya, apakah anda menukil riwayat itu langsung dari tafsir Thabari atau dari sumber lain?  
 
mohon dengan sangat agar dijawab.
Aku

29. 12-02-2010 22:38

alunk
maaf ya..ku bc semua diatas..tp kykx g menyentuh bgt bhw syiah itu sesat...ku mau cari tau kenapa kalian sangat membenci syiah..??apakah karena dendam dari nenek moyang ya...klo ku pikir2 shi yg seharusnya dendam keluarga Nabi ( Ahlulbaytnya )& pengikutnya ( syiahNya )tp ko terbalik ya...bisa ga tunjukin lg hal2 yg memang menjadi bukti kesesatan syiah..coz aku anggap bahwa yg ditulis diatas adalah seperti dongeng..coz itu semua berdasarkan persepsi penulis aja..akhirnya yg baca jd bingung...terus terang ini semua aku masi anggap lelucon..maaf ya...saya hanya mau mencari kebenaran..klo memang anda benar ko anda sesalu menghujad yg lain dari anda...??bukankah Nabi mengatakan bahwa perbedaan itu adalah nikmat...jgn sampai anda menulis seperti ini lantas oang2 anda hanya memfitnah..akhirnya yg anda harapkan bahwa orang2 mengikuti aliran yg anda anut..malah sebaliknya...orang menjauhi anda...sekali lg maaf ya... 
 
MrShiaa: 
terimakasih, kenapa syiah tidak mengikuti Ali bin Abi Thalib? 
 
mengapa syiah boleh membenci sahabat Nabi? Mengapa syiah boleh menghujat sahabat Nabi? mengapa syiah boleh menebar kebencian? 
 
anda yang menuduh orang sembarangan, anda menuduh kami membenci keluarga Nabi. ada bukti kah?
alunk

30. 13-02-2010 22:01

syi'ah sesat
emang syia'ah adalah ajaran yang sesat dan menyesatkan, kita berlidnug kepada rab semesta alam dari kesesatan ajaran mereka, barang siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk....
a'an

31. 24-03-2010 13:47

sodara-sodara
- ku heran, banyak orang yang protes situs ini karena dianggap memecah belah ummat, tapi dari mana dia dapat situs ini ya?, terus kenapa mo membacanya. pasti kebanyakan dari om google, dan pasti niatnya adalah mencari pembenaran apa yang diyakininya. jadi jika berniat demikian pasti dibalik niat itu ada orang selain dirinya yang di anggap salah. dan kalau sudah menghitam putihkan sesuatu, kenapa setelah membaca situs ini kok situs ini dianggap memecah belah ummat. kok? (pasti tidak sesuai dengan apa yang diyakininya kan) 
 
- di dalam situs ini selalu diikutkan maraji' tapi kok juga selalu dianggap tidak ilmiah, jadi yang ilmiah itu yang gimana ya? 
 
- untuk ustad mr.-anti-shiaa. ana punya film dari makassar tentang mencari titik temu bersatunya sunni dan syiah, ada kang jalal dan Dr. Zein (Dr. yang satu ini telah menghabiskan waktunya membuat disertasi tentang sahabat, tapi kayaknya si Dr satu ini adalah kader IJABI) pandai semua berbicara (ahli komunikasi gitu)tapi setelah diputar berkali-kali aku ragu akan ke doktoran mereka. mungkin standarisasi ke ilmiahan yang mereka miliki kali yang bagi saya sepertinya tidak begitu memuaskan. pertanyaan saya yang membuat saya kurang puas terhadap keilmiahan mereka adalah apakah setiap tulisan yang dicomot dari sana-sini adalah standar ilmiah yang sudah baku, terus bagaimana dengan comotan tulisan tersebut apakah sudah valid datanya dalam mengutip atau mencomot juga? duh jadi kasian deh sama yang lainnya. kasian sekali. tapi yang jelas kalau saja mereka meyakini Alqur'an yang sekarang adalah benar pasti deh mereka akan menemukan jawaban yang benar. tapi kalau saja??!!!!!!1 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, saya ingin melihat videonya kang jalal dan dr nasir. gimana cara dapatnya? 
 
tolong email ke  
 
[email protected]
thariqunnur

32. 18-07-2010 15:41

KIBARKAN PERMUSUHAN TERHADAP SYIAH!
Umat yg peduli tentunya akan bagian dalam memberantas syiah ini, karena syiah memang sesat dan menyesatkan yg lain.  
 
Salam hangat kepada Admin, saya berada di garda bersama anda. 
http://www.facebook.com/ note.php?note_id=280696554954
nurruddin al-indunisy

33. 27-07-2010 08:09

Nikah Mut'ah
Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi umatnya...membahas masalah mut'ah tidak bisa sebagian sebagian...bersihkan hati dulu , buang kebencian dan belajarlah menambah wawasan keilmuan guna mencari kebenaran , jangan anda membenci mut'ah tapi anda peng konsumsi pelacuran ,,,saudaraku jangan gampang menuduh jelek tentang apa yg telah Allah dan Rosul turunkan...sebaiknya belajarlah dulu baru berkomentar,,,,bagaimana anda bercerita dan berkomentar tentang kutub utara sementara anda belum pernah pergi kesana ..baru katanya,,,,Bicara kebenaran manusia sangat berbeda dengan kebenaran Allah.....Semoga Allah membukakan pintu kebenaran bagi umatnya yg menolak kebenaranMU,,,,Allahuma sholi ala Muhammad wa ali Muhammad 3 x ...Salam
ocent

34. 21-08-2010 00:27

syi'ah
enak ja bilang syi'ah sesat...sesungguhnya orangyg menyesatkan orang laen dia sndri sesat... 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih 
 
berarti yang menyesatkan sahabat Nabi juga sesat.
alin

35. 13-02-2011 23:52

Membalik kutukan mut'ah.
Syiah dusta dg menghujat Umar bin Khathab sebagai anak hasil incest (nikah sedarah), padahal dengan syariat mut'ah, para syi'ah sedang membalik kutukan incest bagi kaum mereka sendiri akibat banyaknya anak2 hasil mut'ah liar yg tidak diketahui nasabnya...na'udzubillah...
Majin

36. 21-02-2011 04:30

BERITA DUSTA
YANG KALIAN LAKUKAN ADALAH TUDUHAN BELAKA. PELAJARILAH SESUATU SEBELUM KALIAN MENGUNGKAPKANNYA.
jamal

37. 13-03-2011 06:54

Ali
Na'udzubillah, menurutku yang protes kesesatannya di bongkar ini, bisa jadi lahir dari komplek2 yang jelas2 keharamannya. menurut syi'ah dengan melacurkan diri itu akan mendapat pahala, na'udzubillah. lanjutkan dakwamu lewat tulisan2, insya Allah di istiqomahkan Allah. Para Sahabat Rasulullah tidak akan bersepakat dalam kesesatan. semoga yang agama Syi'ah kembali bertobat ke Al Qur'an dan Sunnah.
Ali bin musleman

38. 14-09-2011 03:09

kasihan deh
:p kalian sebenranya iri ya ada yang enak enak tapi kalian ga mampu menikmati??? kasihaaaan banget! pada onani ya??? hehehehe ada jalan enak yang halal koq pada onani dan berzina sih? ngiri yeee sirik yee?? belum pernah berhubungan intim ya?? koq gituan selalu diungkit ungkit? jangan2 kalian sebenarnay sangat pengen tapi malu malu tapi mauuuuuuuuu!!!! 
 
MrShiaa: 
 
komentar dari syiah yang menolak kebenaran, tapi tidak bisa membantahnya.
khomeini laknatullah

39. 09-10-2011 19:22

lanjuuuut
semangat slalu dan lanjutkan perjuangan.... 
kasihan ummat terombang-ambing oleh sang penyesat...
pecinta ahlul-bayt

40. 19-10-2011 21:10

Syi'ah memang bener-bener sesat lagi menyesatkan
Bagi yang syi'ah ataupun pendukung atau yg abu-abu...hukum islam sdh di jelaskan di dlm fiqih setiap sesuatu yg halal bs jd haram kalo itu bisa menjadi mudhorot kepadanya...apalagi yg sudah jelas haram sprt nikah mut'ah.. 
mudhorotnya 
1: bisa menghancurkn masa depan perempunan yg di nikah mut'ahm 
2: bisa terkena penyaki kelamin bahkan bs kena HIV 
3: kalo anaknya perempuan siapa yang jadi wali dlm pernikahannya.dll 
itu dari segi mudhorotnya kalo dr segi keharaman sdh jls haram.oke 
 
Al-'Afwu
Enal

41. 02-11-2011 06:45

berbagi...............
bissmillah........ saya pernah membaca kitab yang berisikan pengakuan orang-orang syiah tentang bahayanya ajaran tersebut..... yg intinya qt harus waspada terhadap orang-orang syiah.. saya jg pernah berdebat dengan mereka.....tp yang saya dapatkan mrk adalah orang yang plimplan.... krn mereka bertaqiyyah terhadap orang2 sunny :sigh :upset
agus

42. 16-12-2011 18:54

susah mencari kebenaran di agama syi'ah
TAQIYAH @ pokok ajaran syiah yang hrs dipraktekan. Allah SWT dan Rosulullah tidak membenarkan utk berbohong kpd siapapun walaupun taruhanya nyawa. nah disinilah letak kesulitan utk menyadarkan mereka kaum syiah, klo uda banyak yg ngomentari nikAH MUT'AH ITU HARAM dg rujukan dalil dari literatur mereka sndiri, merka akan mengatakn iya haram, tpi pasti merka masi mengrjaka nikah mut'ah tsb. masyaallah apa jadinya dunia ketika salah satu ajarn poko yang wajib diimani dan dijalankan adalah berbohong (ber Taqiyah)..............
tajudin

43. 25-12-2011 00:27

Silakan Tonton & Download
Mohon kepada admin, agar link video ttg kesesatan syiah ini jangan disembunyikan atau diganti dengan *****, tp tolong di download dan di tonton sekeluarga kita msg2, burn di CD sebanyak2nya dan berikan kpd tetangga & sanak family secara gratis. semoga Allah melipatkan Amal ibadah saudar2ku... ini link nya : http://www.darulkautsar.net/ article.php?ArticleID=742 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih banyak, yang disembunyikan dengan *** adalah link2 yang sesat.
adi sonia

44. 04-02-2012 04:27

Ini dasar dari hukum mut'ah
“dan (diharamkan atas kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki, (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapanNya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina, maka (istri-istri) yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”(Qs; An-Nisaa’:24)
deni sudeni

45. 14-02-2012 01:01

sama2
:? tak jauh beda ya shiah ama ahmadiyah......
Bagus

46. 08-12-2012 22:39

Syiah bukan islam
Saya sangat setuju dengan artikel ini. Syiah selalu sembunyi dibalik islam, padahal agama islam itu jelas dengan 2 kalimat syahadatnya. Kalau ada yang menambahkan atau mengganti jelas keluar dari islam.
Hakim

47. 06-01-2013 09:05

zina yang dianggap halal
:cry Nikah mut'ah ama aja dengan pelacuran.Ada dokter kulit n kelamin yang kaget perempuan bercadar kena penyakit kelamin ! eh waktu ditanya ketauan dia itu nikah mut'ah n penganut syiah.ini cerita asli insya allah. :cry
ummu umar

48. 15-08-2013 14:53

jerat syiah
bismillah, 
banyak awwam yang terjerat syiah dan menjadi simpatisan bahkan terjerumus didalamnya dengan dalih cinta rasulullah saw dan cinta ahlul bait. inilah senjata syiah menjerat kaum muslimin. wallahualam
fa abdul aziz

Display 48 of 48 comments

Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2014 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Syiah Latest Comments

izin share
Assalamu Alaikum... Mr.Shiaa yang di Muliakan saya minta izin untuk...
10/05/14 01:58 More...
By Abdi Dalem

mr
cukuplah hadits Bukhari tentang tanah fadak no 3435 sebagai pembantah...
30/10/13 10:38 More...
By amien

pns
kang jalal suruh belajar lagi tentang agama islam yg benar..banyak...
19/09/13 05:58 More...
By yusuf prasetyo

Assalamualaikum..
Dari awal sampai akhir ana baca koment2 yg memihak syiah versus yg...
08/09/13 18:29 More...
By Revi

ululalabab
Aswb, mudah“an Allah memberikan anda kekuatan untuk trus berjuang...
08/09/13 08:50 More...
By tauhid

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 2 tamu online