Home
Para Imam Syiah Mengikuti Umar bin Khattab

Posting 1 - 10 dari 16

1. 06-11-2009 21:29

Reaksi Nabi
Maaf tapi jika kita amati hadis shahih, ada menyebut selepas Umar berkata Cukuplah Kitab Allah, Nabi naik berang dan menghalau semua keluar dari rumahnya. Tak ada pula disebut Nabi diam, tanda takut atau bersetuju dengan pendapat Umar. Mana satu yang betul ni, saya kurang faham. Sekian, terima kasih. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, Nabi menyuruh semua yang ada di ruangan untuk keluar, tetapi tidak mengomentari perkataan Umar, juga tidak jadi berwasiat.
Umar

2. 10-11-2009 01:46

Komentar
Nabi pada saat itu sedang sakit berat, dan jelas sekali. Coba Anda pikir, di akhir hayat Sang Nabi, perintahnya dilanggar jelas2 sehingga membuat orang2 gaduh di rumah Nabi. Nabi sudah bersikap tegas dengan mengusir mereka.  
Kalo toh, peristiwa ini tidak ada..kenapa ditulis di kitab2 Sunni? bahkan Bukhari pun menyebut Tragedi Hari Kamis itu. diantaranya: 
Dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: "Hari Kamis. Apakah hari Kamis itu?" Kemudian Ibnu Abbas menangis hingga air matanya membasahi kerikil. Aku bertanya: "Wahai Ibnu Abbas, apakah hari Kamis itu?" ia berkata: "Rasulullah saw sakit keras, lalu beliau bersabda: "Datangkanlah kepadaku tulang belikat (papan tulis), untuk aku tuliskan catatan (wasiat) kepada kamu di mana kamu tidak akan tersesat sesudah itu selama-lamanya." Maka mereka berdebat, dan tidaklah patut terjadi perdebatan di hadirat Nabi. 
 
dari situs ummulhadits.org silahkan cek hadits no: 
 
2911, 3019, 4214 
 
Jika peristiwa itu tidak terjadi, kenapa Bukhari meriwayatkan? 
Jika memang terjadi, kenapa ada sahabat berani menentang kemauan Rasul di saat2 akhirnya? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, ada pertanyaan yang belum anda jawab, yaitu mengapa Nabi tidak jadi menuliskan wasiatnya? apakah sakit bisa menghalangi Nabi melakukan kewajiban?
Abdun

3. 11-11-2009 18:08

Adakah rwayat seperti ini?
Aswbr, semoga dalam rahmat Allah bagi orang yang terus berkata benar. Benarkah ada riwayat seperti ini: "Wahai Muhammad! Aku akan bertanya anda beberapa perkara yang tidak menyenangkan hatiku seketika. Sekiranya anda dapat memberi jawapan kepadaku, nescaya aku akan memeluk Islam di tangan anda. Beliau SAWA bersabda:" Tanyalah wahai Abu 'Ammarah' Dia bertanya beberapa perkara sehingga dia berkata: Beritahukan kepadaku tentang wasi anda siapa dia? Tidak ada seorang nabi melainkan ada baginya seorang wasi. Dan sesungguhnya nabi kami Musa bin Imran telah berwasiatkan kepada Yusyu' bin Nun. Nabi SAWA menjawab:" Sesungguhnya wasiku ialah Ali ibn Abi Talib AS; selepas beliau ialah Hasan dan Husayn AS dan selepasnya ada sembilan orang yang kesemuanya adalah dari keturunan Husayn AS. Namakan mereka kepadaku. Beliau SAWA menjawab: Apabila wafatnya Husayn AS ialah anaknya Ali AS akan menjadi Imam; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Muhammad; apabila wafatnya Muhammad ialah anaknya Ja'far; apabila wafatnya Ja'far ialah anaknya Musa; apabila wafatnya Musa ialah anaknya Ali; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Muhammad; apabila wafatnya Muhammad ialah anaknya Ali; apabila wafatnya Ali ialah anaknya Hasan; apabila wafatnya Hasan ialah anaknya al-Hujjah Muhammad al-Mahdi. Bilangan mereka adalah dua belas orang..." [Yanabi al-Mawaddah, hlm.446-447] 
 
MrShiaa: 
 
jika adna tanya apakah riwayat itu ada, barangkali ada, tetapi tidak semua yang ada itu benar dan shahih. jelas riwayat ini tidak shahih.
Hamdan

4. 11-11-2009 18:26

Ngigau
Satu lagi akhi, riwayat bahwa Rasul dituduh ngigau oleh Umar RA sudah mulai banyak yang tahu. Bukankah dalam Qur'an disebutkan bahwa Rasul tidak bakalan keliru dalam berkata. Apakah riwayat-riwayat tersebut hanyalah karangan palsu Syia'ah semata? 
 
MrShiaa: 
 
teriamkasih, pertanyaan yang harus diajukan, apakah benar Umar menuduh nabi mengigau?
Hamdan

5. 13-11-2009 22:21

tragedi khamis
pokok persoalannya bukan kenapa nabi tidak menulis wasiatnya, tapi mengapa biadab sungguh sahabat termasuk umar, berdebat apabila nabi sudah berkata, dia mahu menuliskan wasiat. Nabi terus jadi berang dan mengusir semua keluar. Satu lagi persoalannya ialah tergamak pula Umar menyatakan Nabi sedang merapu (merepek, tidak waras) kerana sedang sakit berat. Bolehkah Nabi itu merepek ketika sedang sakit. Bukankah Allah memeliharanya? 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, justru inilah yang menjadi pokok persoalan, mengapa Nabi tidak jadi menyampaikan wasiat hanya karena sahabat menolak? 
bukankah kaum Quraisy juga menolak Nabi menyampaikan dakwah, tapi Nabi tetap berdakwah? 
anda cakap Umar berkata : Nabi merepek, mana sumbernya? 
 
insya Allah anda akan tahu siapa yang berdebat di depan Nabi. 
 
Mengapa Nabi tidak jadi menulis wasiat karena sahabat? Apakah Nabi takut pada sahabat? 
nora

6. 24-11-2009 23:12

Pembahasan Khusus Tragedi Hari Kamis
Akhi yang dimuliakan oleh Allah, bagaimana kalo antum bikin makalah/artikel khusus mengenai peristiwa hari kamis, karena kisah ini yang paling sering dijadikan orang Syiah sebagai hujjah bahwasanya sahabat-sahabat itu sebagian dari mereka adalah penghianat terhadap Rasul. Banyak diantara kami yang masih bingung untuk persoalan ini. 
 
Syukran, Wassalam. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih, ini sebagai permulaan bagi pembahasan mengenai tragedi hari kamis. sebenarnya dari pembahasan ini saja sudah cukup untuk menjelaskan. tetapi masih ada beberapa point lagi yang harus dibahas. Insya Allah akan kami bahas.
Hamdun

7. 26-11-2009 09:31

Keritik
ass.alaikum, Maaf...!!! penulis sepertinya tidak paham apa yang sedang ditulisnya(terlebih khusus lagi ketika mengutip pendapat kitab2 syiah),..kalau Umar benar-benar mengatakan hal itu(bahwa cukuplah untuk kita semua kitab Allah) berarti Umar telah menganggab perkataan,kelakuan dan sikap Nabi(termasuk sikap diam atau tidak diamnya)adalah tidak penting dan tidak di butuhkan,lalu mengapa ummat islam menjadikan hadis2 nabi sebagai sumber hukum..?? tentunya jawabannya jelas sekali,karena di dalam al quran hanya tertera penyajian hukum secara kulli(universal)atau tidak terinci.Tetapi bagi Umar sekali lagi...cukuplah kitab Allah. Pertanyaan:siapa yang mampu menafsirkan Al Quran secara pasti dan 100% benar..?? apakah Umar..?? atau Nabi pada saat itu hendak memberitahukan orangnya..???? apakah benar Nabi Diam dan tidak menunjukkan reaksi sedikitpun....???  
 
seperti yang penulis katakan...sebagian diantara kita ada orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik...???? apakah penulis telah menggunakan akalnya dengan baik...??? 
 
anda mesti belajar logika lebih sungguh2 lagi...soalnya tulisan antum itu tidak punya nilai logis yang cukup,dengan kata lain tulisan ini di tulis dengan perasaan benci saja dengan orang syiah...tudak ikhlas....OK! 
 
maaf jika kasar....biar antum menggunakan akal antum secara lebih baik lagi..!!! 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, nampak jelas anda menuduh Umar memiliki pemahaman yang seperti anda tuduhkan, bahwa tidak perlu lagi sumber selain Al Qur'an, yaitu tidak lagi perlu hadits. 
 
pertanyannya, apakah Umar memahami seperti itu? 
Apakah Umar memahami bahwa ucapan Nabi tidak penting? 
Apakah itu juga yang dimaksud oleh para imam anda? 
 
Mengapa Nabi tidak mengoreksi sikap Umar? Mengapa ahlulbait yang ada di situ ikut diam? 
Dan terakhir, mengapa orang yang dalam pandangan anda begitu buruk, ternyata masih dipercaya oleh Ali, dinikahkan dengan Ummu Kultsum, darah daging Nabi SAAW sendiri.
ali

8. 26-11-2009 15:02

Persoalannya bukan itu
Sebetulnya persoalannya bukan, benarkah pernyataan Umar: cukup bagi kami kitab Allah? 
 
Persoalannya ialah, DAPATKAH DIBENARKAN seseorang menolak (atau menghalangi, biar lebih halus) apa yang jadi perintah Nabi? 
 
Tentu jawaban TIDAK DAPAT DIBENARKAN. 
 
Bukankah kita diperintahkan untuk taat, sebagaimana perintah Allah, "Apa yang datang dari Rasul, maka ambilah Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah." (QS al hasyr (59):7) 
 
Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya (QS al Nisa (4):59) dari firman-Nya tersebut kita diperintahkan tanpa syarat, baik kondisi Rasul sehat maupun sakit. 
 
Hal ini diperintahkan pula oleh Allah Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah sesat, dalam kesesatan yang nyata (QS al Ahzab (33):36).  
 
Silogisme deduksi: 
Umar mendurhakai Rasul. 
Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul maka ia telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
Jadi Umar telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, yang lebih lucu lagi, mengapa Nabi diam saja ketika "dihalangi" oleh Umar? tidak mengoreksi tindakan Umar, tidak menyalahkan Umar? 
 
kita lanjutkan silogisme anda: 
 
Umar berada dalam kesesatan yang nyata, 
Ali menikahkan anaknya dengan Umar, Ummu Kultsum. 
 
Jadi..... (silahkan isi, saya tunggu, saya yakin anda bukan pengecut)
metafisika

9. 26-11-2009 15:10

persangkaan / asumsi
Apa yang Anda sampaikan diatas, merupakan kemungkinan/asumsi/persangkaan belaka. 
 
Bukankah Allah telah berfirman: 
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.[QS. Yunus:36] 
 
Jadi, tinggalkanlah asumsi-asumsi tersebut. Karena itu tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran.  
 
Saya pikir Anda orang yang sangat tunduk terhadap perintah Allah dalam Al-Qur'an. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih nasehatnya, nasehat anda sungguh berharga. mari kita semua tunduk pada Al Qur'an.
metafisika

10. 26-11-2009 15:17

wasiat Nabi
Betulkah Nabi tidak meninggalkan wasiat? 
 
Mari kita simak riwayat berikut: 
 
Narrated Said bin Jubair:  
 
that he heard Ibn Abbas saying, thursday! And you know not what thursday is? After that Ibn Abbas wept till the stones on the ground were soaked with his tears. On that I asked Ibn Abbas, What is (about) thursday? He said, When the condition (i.e. health) of Allahs Apostle deteriorated, he said, Bring me a bone of scapula, so that I may write something for you after which you will never go astray.The people differed in their opinions although it was improper to differ in front of a prophet, They said, What is wrong with him? Do you think he is delirious? Ask him (to understand). The Prophet replied, Leave me as I am in a better state than what you are asking me to do. Then the Prophet ordered them to do three things saying, Turn out all the pagans from the Arabian Peninsula, show respect to all foreign delegates by giving them gifts as I used to do.  The sub-narrator added, The third order was something beneficial which either Ibn Abbas did not mention or he mentioned but I forgot. 
 
Dari riwayat tersebut, ternyata Nabi jadi menyampaikan wasiatnya. Tetapi perawi mengatakan bahwa wasiat yang ketiga itu lupa. Artinya apa? Artinya bahwa kita (umat islam) tidak mengetahui wasiat Nabi yang ketiga itu apa. Entah apakah ada riwayat lain yang mencantumkan riwayat yang ketiga itu atau tidak. Yang jelas, sepanjang yang saya ketahui, tidak ada satupun riwayat di dalam kitab Ahlulsunnah yang terpercaya yang memuat riwayat kamis kelabu itu secara lengkap, artinya ada wasiat yang ketiga di sana. Mohon diluruskan kalau ternyata saya salah. 
 
Nabi itu memiliki 3 wasiat agar kita tidak tersesat sepeninggal beliau. Tetapi wasiat yang sampai kepada kita hanya 2 wasiat saja. Itu artinya tidak lengkap, itu jelas. Dikarenakan tidak lengkap, maka kita masih tersesat. Alasannya adalah kita bisa tidak tersesat ketika kita memegang teguh 3 wasiat itu. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih koreksinya, sayang anda tidak menyebutkan sumber rujukannya. 
 
namun apakah anda menuduh seluruh umat Islam sesat sejak jaman Rasul hingga hari ini, karena tidak melaksanakan satu wasiat Nabi? 
 
jika riwayat sunni saja tidak ada, apalagi riwayat syiah. atau anda ingin mencoba mengemukakan riwayat kamis kelabu secara lengkap dari sumber syiah? saya tunggu, saya yakin anda bukan pengecut . 
 
jika Nabi memang berwasiat, artinya tidak jadi kelabu lagi. bukan begitu?  
 
metafsisika
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Go back to the article | Tambahkan Komentar



mXcomment 1.0.8 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Syiah Latest Comments

teruskan
sungguh web ini sangat berguna membuka mata dan hati serta...
09/05/12 21:32 More...
By ghifary palembang

aklak kang jalal 8
Di Qum ( Iran ) selain belajar mut'ah juga dong!! Assyikkk
09/05/12 18:44 More...
By imam ko'mani

sejarah kelam islam
menurut anda apakah kudeta muawiyah yang didukung beberapa sahabat...
08/05/12 14:14 More...
By abyjahier

jauhi syiah
silahkan baca disini...
07/05/12 12:03 More...
By saiful

jauhi syiah
Sungguh Rasullah Mengatakan ummatku akan terbagi menjad 73 golongan...
07/05/12 11:54 More...
By saiful

Lihat Gallery Syiah

Online

Saat ini ada 30 tamu online