Para Imam Syiah Mengikuti Umar bin Khattab

Go back to the article

Comment in question

1. 26-11-2009 15:02

Persoalannya bukan itu
Sebetulnya persoalannya bukan, benarkah pernyataan Umar: cukup bagi kami kitab Allah? 
 
Persoalannya ialah, DAPATKAH DIBENARKAN seseorang menolak (atau menghalangi, biar lebih halus) apa yang jadi perintah Nabi? 
 
Tentu jawaban TIDAK DAPAT DIBENARKAN. 
 
Bukankah kita diperintahkan untuk taat, sebagaimana perintah Allah, "Apa yang datang dari Rasul, maka ambilah Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah." (QS al hasyr (59):7) 
 
Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya (QS al Nisa (4):59) dari firman-Nya tersebut kita diperintahkan tanpa syarat, baik kondisi Rasul sehat maupun sakit. 
 
Hal ini diperintahkan pula oleh Allah Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah sesat, dalam kesesatan yang nyata (QS al Ahzab (33):36).  
 
Silogisme deduksi: 
Umar mendurhakai Rasul. 
Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul maka ia telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
Jadi Umar telah sesat dalam kesesatan yang nyata. 
 
MrShiaa: 
 
terimakasih komentarnya, yang lebih lucu lagi, mengapa Nabi diam saja ketika "dihalangi" oleh Umar? tidak mengoreksi tindakan Umar, tidak menyalahkan Umar? 
 
kita lanjutkan silogisme anda: 
 
Umar berada dalam kesesatan yang nyata, 
Ali menikahkan anaknya dengan Umar, Ummu Kultsum. 
 
Jadi..... (silahkan isi, saya tunggu, saya yakin anda bukan pengecut)
» See all 1 replie(s)
metafisika
1 replies

1. 04-12-2009 14:45

akhirnya komentarku ditampilkan juga.
Anda bertanya, "mengapa Nabi diam saja ketika "dihalangi" oleh Umar? tidak mengoreksi tindakan Umar, tidak menyalahkan Umar?" 
 
Sampai saat ini, belum saya temukan data obyektif soal mengapa Nabi diam saja, tidak mengoreksi tindakan ngawur Umar. 
 
lalu bagaimana dengan asumsi2 yang Anda tawarkan pada tulisan Anda? Silakan berasumsi. Hanya saja, Allah berfirman, "Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.[QS. Yunus:36] 
 
Nampaknya Anda pun senang bersilogisme juga yah.  
 
Silogisme Anda: 
 
Umar berada dalam kesesatan yang nyata,  
Ali menikahkan anaknya dengan Umar, Ummu Kultsum.  
 
Kesimpulannya adalah... 
 
Kalau kita berbicara silogisme, ada yang ada dua syarat, yaitu: 
1. Syarat Formal 
2. Syarat Material 
 
Jika salah satu dari kedua syarat tersebut saja tidak terpenuhi, maka silogisme itu akan menghasilkan kesimpulan yang salah. Dan kesimpulan yang salah, tak mungkin kita yakini sebagai sebuah kebenaran. Karena kebenaran identik dengan kebenaran. Kebenaran berbeda dengan kesalahan. Tak mungkin sesuatu itu benar sekaligus salah. 
 
Silogisme yang Anda buat, masih belum memenuhi syarat materiil. Masing-masing premis yang Anda sampaikan, perlu kemudian diverifikasi kebenarannya. 
 
Soal pernikahan Umar dan Ummu Kultsum, ada saja ulama yang menganggap bahwa riwayat itu lemah. 
 
Tapi ngomong2, kok nyambung ke pernikahan yah? hehehehe...Fokus please. 
 
MrShiaa: 
 
mestinya dalam riwayat itu ada data bagaimana sikap Nabi ketika dihalangi oleh Umar.  
 
inti masalah di sini, adalah ketika Umar mengatakan cukup kitab Allah, apakah itu berarti menolak sunnah? 
 
 
Tafsir Ali bin Ibrahim Al Qummi, jilid 2 hal 451: sesungguhnya dalam Al Qur’an memuat penjelasan segala sesuatu, demi Allah, Allah tidak meninggalkan sesuatu yang diperlukan oleh hamba-hambanya, melainkan telah menjelaskannya pada manusia hingga seorang hamba tidak akan bisa berkata : andai saja hal ini tercantum dalam Al Qur’an, melainkan Allah telah menurunkan ayat tentang hal itu. 
 
apakah ini berarti menolak sunnah?  
 
jika alasan anda karena ada beberapa ulama menolak adnaya pernikahan Umar dengan Umi Kultsum, maka mazhab syiah pun batil juga karena ulama yang menolak mazhab anda lebih banyak dari ulama yang mendukung. 
 
jika anda menolak adanya pernikahan itu, tolong beritahu saya siapa sebenarnya ayah dari Zaid bin Umar bin Khattab, putra dari Ummi Kultsum binti Ali. 
 
anda harus bisa menemukan, jika anda mengklaim pernikahan itu tidak ada, mengapa ada anaknya?
» Reply to this comment...
metafisika


mXcomment 1.0.8 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 

Syiah Latest Comments

teruskan
sungguh web ini sangat berguna membuka mata dan hati serta...
09/05/12 21:32 More...
By ghifary palembang

aklak kang jalal 8
Di Qum ( Iran ) selain belajar mut'ah juga dong!! Assyikkk
09/05/12 18:44 More...
By imam ko'mani

sejarah kelam islam
menurut anda apakah kudeta muawiyah yang didukung beberapa sahabat...
08/05/12 14:14 More...
By abyjahier

jauhi syiah
silahkan baca disini...
07/05/12 12:03 More...
By saiful

jauhi syiah
Sungguh Rasullah Mengatakan ummatku akan terbagi menjad 73 golongan...
07/05/12 11:54 More...
By saiful

Lihat Gallery Syiah